Samarinda – Prodi Pembangunan Sosial Universitas Mulawarman sukses mengadakan Kuliah Tamu di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Gedung D3, Ruang Serbaguna HI. pada Kamis, 13 Maret 2025, dengan mengusung tema “Strategi Menumbuhkan Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat”, acara ini menghadirkan Parwito S.Sos. selaku supervisor CSR PT Kutai Energi sebagai narasumber utama.
Kuliah tamu dibuka oleh Wakil Dekan I, Dr. Rina Juwita, S.IP., MHRIR, yang dalam sambutannya menyoroti pentingnya tanggung jawab sosial perusahaan dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan, sehingga mereka tidak bergantung pada perusahaan.
Pada rangkaian inti kegiatan, Bapak Parwito menyampaikan bahwa PT. Kutai Energi berkomitmen terhadap masyarakat dan lingkungan melalui berbagai program tanggung jawab sosial (CSR). Program unggulannya mencakup Sekolah Ramah Untuk Lingkungan (Seruling), yang memberikan beasiswa untuk guru dan pelatihan siswa tentang lingkungan, serta Program Pertanian, Perkebunan, Perikanan, Peternakan Terpadu (Papat), yang mengembangkan sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan. Di bidang kesehatan, perusahaan menjalankan Program Kesehatan Masyarakat (Prokesa) untuk meningkatkan layanan kesehatan masyarakat, sementara Filantropi mencakup sosial budaya, kepemudaan, olahraga, keagamaan, dan penanggulangan bencana.
Upaya pelestarian alam diwujudkan dalam Program Alam Lestari (Astari), sedangkan peningkatan kualitas hidup desa dilakukan melalui Program Desa Berseri (Bersih, Sehat dan Mandiri). PT Kutai Energi juga turut membangun infrastruktur guna mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Setelah pelaksanaan rangkaian inti, beberapa Mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan kepada Bapak Parwito. “Bagaimana strategi perusahaan dalam meningkatkan partisipasi masyarakat ditengah konflik pihak perusahaan dengan masyarakat lokal?” tanya salah satu mahasiswa.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Bapak Parwito menegaskan “Kami memiliki tim Lembaga Komunikasi (Lemkom) yang bertugas menangani pembebasan lahan sesuai peraturan serta memfasilitasi masyarakat agar konflik tidak berkepanjangan. Jika terjadi kerusakan akibat aktivitas kami, kami melibatkan ahli untuk memperbaikinya melalui pendekatan negosiasi, bukan pemaksaan. Selain itu, kami mendirikan pusat usaha (PRT) untuk membantu masyarakat terdampak memasarkan produk mereka. Kami juga memfasilitasi kelompok tani agar dapat meningkatkan kualitas pertanian, sehingga mereka tetap mendapatkan manfaat dari keberadaan perusahaan”.
Pemaparan Parwito, S.Sos. memberikan gambaran mengenai realitas pelaksanaan Program Pengembangan Masyarakat (PPM), termasuk tantangan seperti penolakan dan dinamika pemberdayaan. Peran pendamping sosial dalam membangun kepercayaan menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan program. Contoh dari PT Kutai Energi menunjukkan bagaimana teori pemberdayaan masyarakat dapat diterapkan dalam praktik. Kuliah tamu ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami lebih dalam proses pemberdayaan dan tantangan di lapangan.
“Kuliah tamu tentang pemberdayaan masyarakat yang saya ikuti kemarin sangat menginspirasi. Materinya memberikan wawasan baru tentang pentingnya pemberdayaan melalui strategi yang tepat. Narasumber juga menyajikan contoh nyata, sehingga saya lebih memahami penerapan teori di lapangan. Saya berharap dapat menerapkan ilmu ini di masa depan untuk berkontribusi lebih banyak kepada masyarakat.” Ucap Muhammad Raghil sebagai salah satu peserta Kuliah Tamu tersebut.
Info Borneo @2025- Penulis: Dwi Sugeng Martahan Pasaribu (2)Hilda (3) Irza Mahendra (4) Nazhua Putri Aulia (5) Nur Dayah (6)
Rizky Daffa Pratama