Kampus

Kampus (9)

------------------------------------ Penyerahan Bendera Pataka oleh Masjaya Rektor Unmul Kepada Isran Noor setelah dilantik sebagai Ketua IKA Unmul Periode 2021-2026

12
Apr

Isran Noor Secara Aklamasi Terpilih Kembali Ketua IKA Unmul

Samarinda. Isran Noor yang saat ini juga Gubernur Kaltim terpilih kembali menjadi Ketua Ikatan Keluarga Alumni Universitas Mulawarman (IKA UNMUL) Periode 2021-2026, Lansung di lantik oleh Masjaya Rektor Universitas Mulawarman.

Gubernur Kalimantan Timur ini terpilih secara Aklamsi dalam Musyawarah Nasional IV IKA Unmul Dengan Tema” Merajur Kebersamaan dan Sinegitas IKA Unmul Menuju Kalimantan Timur sebagai penyangga Ibu Kota Negara” dilaksanakan di Ruang Crystal Grand Ballroom II, Mercure Hotel Samarinda, Senin 12 April 2021.

"IKN Pemindahan IKN Itu Pasti, Saya Harap Alumni Universitas Mulawarman terlibat dan berperan aktif dalam Pembangunan di  IKN" Tegas Isran Noor

Acara Munas dibuka Encik Akhmad Syaifudin Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Mulawarman, Dilanjutkan Sidang PLeno dan Sidang Komisi yang dipimpin Rusman Ya’qub, Wahyudi Manaff dan Adlansyah

Sebelum acara Pelantikan, acara di selingi Workshop yang menhadirkan Rusmadi Wongso Wakil Walikota Samarinda sekaligus Ketua IKA Pertanian, Muhammad Yamin  Direktur Bank Kaltimtara dan (3) Masjaya Rektor Unmul.

Acara dihadiri Utusan IKA Fakultas di Lingkungan Unmul dan Undangan

 

Keren!! Unmul Belajar  Bersama PT Kaltim  Nitrate Indonesia Dalam  Program CSR

30
Mar

Keren!! Unmul Belajar Bersama PT Kaltim Nitrate Indonesia Dalam Program CSR

Samarinda. Program Studi Pembangunan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman, menggelar Kuliah Umum “Monitoring & Evaluasi Dalam Perspektif Program CSR” melalui zoom (30/3/2021). Sesuatu yang spesial dari webinar kali ini adalah narusember langsung yang dibawakan oleh Wisnu Ahmaddin selaku Corporate Social Responsibility (CSR) Specialist PT Kaltim Nitrate Indonesia. Sesuai dengan judul, tentunya acara webinar kali ini sangat memberikan manfaat dan pengetahuan yang besar bagi mahasiswa yang ingin bekerja dibidang CSR dan bidang kemasyarakatan lainnya. “Poin penting dalam CSR sendiri adalah melakukan pemberdayaan yang merupakan sebuah investasi penting untuk masa depan”, ujar Prof. I Ketut Gunawan selaku Wakil Dekan I FISIP pada sambutan acara. Sebagai moderator, Sarifuddin S.Sos., M.Si mengatakan bahwa webinar kali ini berguna untuk menyelaraskan antara mata kuliah dengan Aktualisasi di Lapangan yang menjadi tempat pekerjaan nantinya, yang mana Mahasiswa diharapkan punya pengetahuan dan keahlian dibidang kebijakan sosial, Tata kelola CSR hingga Pemberdayaan Masyarakat. Ini yang menjadi Pencapaian Keahlian Prodi pembangunan sosial. 

Mengapa perusahaan perlu melaksanakan CSR? Apakah hal tersebut semata-mata untuk pencitraan positif dan kewajiban? atau sebagai komitmen antara perusahaan dengan masyarakat? Wisnu Ahmaddin menjawab, CSR merupakan sebuah ruang manis yang mempertemukan masyarakat, perusahaan, dan pemerintah dalam tujuan kesejahteraan. Kesejahteraan negara tidak hanya ditanggung oleh pihak perusahaan, tetapi oleh berbagai pihak termasuk dari masyarakat itu sendiri. Dalam memfasilitasi hal tersebut. Monitoring dan evaluasi perusahaan CSR dianggap sebagai sebuah program penting karena mengidentifikasi masalah-masalah yang terjadi di lapangan. Selanjutnya penjelasan lebih rinci mengenai kriteria pemberdayaan masyarakat dalam aspek E-Monev berlandaskan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 1 Tahun 2021 meliputi tata kelola monitoring dan evaluasi, partisipasi pihak terkait dalam monev, dokumen evaluasi tahunan, dokumen monitoring berkala, perbaikan program berdasarkan monev, memiliki IKM (Indeks Kepuasan Masyarakat), pengembangan program, penerapan pengetahuan/keterampilan, dan penyebarluasan pengetahuan/ keterampilan. Lebih singkatnya, Wisnu Ahmaddin mengatakan “Tingkatan dalam implementasi CSR ada empat yaitu, be profitableobey the lawbe ethical, be a good citizen”. Program CSR dikatakan berhasil jika kelompok yang dibina telah berdaya dan menjadi mandiri serta dapat turut memperdayakan kelompok lain.

Fasilitator juga berperan dalam hal ini untuk terus mendampingi kelompok masyarakat yang telah berdaya agar bantuan-bantuan yang telah diberikan perusahaan tidak disalahgunakan dan dapat menjadi profit bagi masyarakat yang menjalankannya. Berikut adalah beberapa program CSR yang telah berhasil dijalankan PT Kaltim Nitrate Indonesia, yaitu: (1) Program KSM Anggrek, yang memanfaatkan limbah karung pabrik yang tidak terpakai menjadi tas untuk mengurangi sampah. (2) Laskar Taman Nasional Kutai, yang bergerak dalam budidaya tanaman mangrove. (3) Program MAHIRA, yang bergerak dalam perlindungan anak melalui pengembangan kreativitas. (4) STELR – STEM, yang memfasilitasi training belajar kepada anak sekolah tentang energi terbarukan. (4) Detektif Catatan, yang bergerak dalam melindungi anak terhadap tindak kekerasan atau bullying di sekolah. Menanggapi hal tersebut.

“Yakni saat melakukan suatu proker yang akan dilakukan pemetaan akan melibatkan mahasiswa dalam menganalisis suatu dokumen terkait monitoring dan evaluasi kinerja program CSR dalam perusahaan. Selain itu akademisi juga diperlukan dalam mengukur Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) di lapangan,” jelas Wisnu Ahmaddin melalui penjelasannya dalam sesi tanya jawab kuliah umum, Selasa (30/03/2021). Inti dari indikator evaluasi dan monitoring disampaikan oleh Wisnu Ahmaddin yang perlu ditekankan yakni bagaimana kita dapat memantau program yang dijalankan secara berkala, adanya regulasi sebagai dasar, adanya peran fasilitator untuk pendampingan suatu program, dan yang paling penting adalah agar semua pihak ikut bersinergi menuju kesejahteraan (kerja sama). “Tentunya kami sangat bangga, melihat antusias dari mahasiswa yang terlibat. Harapannya tidak berhenti sampai sini, tetapi kegiatan sharing knowledge seperti ini bisa terus berkelanjutan” ujar Rheza Zacharias K selaku Government, Community Relation & General Affair Dept. Head.

Penulis: Alfah Putri Shalihah dan Siti Khoirul Naima / Mahasiswa Pembangunan Sosial Unmul

FMI 11 Gelar Seminar Nasional, Call For Papers dan Pengabdian Masyarakat (Making Indonesia 4.0 Green Business Management And Social Enterprise)

11
Nov

FMI 11 Gelar Seminar Nasional, Call For Papers dan Pengabdian Masyarakat (Making Indonesia 4.0 Green Business Management And Social Enterprise)

Samarinda. Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mulawarman bekerjasama dengan FMI Pengurus Korwil Kalimantan Timur dan Utara (FMI Korwil KALTIMTARA) Menggelar Forum Manajemen Indonesia 11 Seminar Nasional, Call For Papers dan Pengabdian Masyarakat (Making Indonesia 4.0 Green Business Management And Social Enterprise) Acara diawali (6/11/2019) dengan Seminar Nasional dan Call For Papers: Tempat Acara Hotel Bumi Senyiur Samarinda diikuti sebanyak 469 peserta. Selanjutnya, dilaksanakan parallel sessions call for paper yang terdiri dari 465 presenter dengan tujuh topik, yakni, Kewirausahaan dan inovasi bisnis (38), Manajemen keuangan (114), Manajemen pemasaran (126), Manajemen rantai pasok (12), Manajemen strategi (32), Manajemen sumber daya manusia (97) dan Teknologi informasi (7).

Terakhir, Pada malam harinya diadakan Award Best Papers dan Gala Diner Bersama Wakil Gubernur Kalimantan Timur H. Hadi Mulyadi, S.Si, M.Si. Artikel terpilih akan direkomendasikan untuk proses penerbitan pada Jurnal Terindex SINTA-DIKTI. ditutup (7/11/2019) dengan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat yang dilakukan di kota Tenggarong dan Samarinda dengan jumlah peserta sebanyak 319 peserta.

Dr. Sri Gunawan, DBA Ketua Pengurus Pusat Forum Manajemen Indonesia (FMI), dalam sambutannya menjelaskan “Seminar Nasional, Call for Paper, dan Pengabdian Masyarakat FMI 2019 ini merupakan penegasan atas komitmen FMI ke-11 dalam memfasilitasi pertukaran ide serta kolaborasi antara akademisi dan peneliti manajemen, untuk bekerjasama mendekonstruksi tantangan-tangangan manajemen. Pada tahun 2019 ini, seminar FMI diselenggarakan di Kota Samarinda dan bertindak sebagai penyelenggara adalah Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Mulawarman

Panitia telah menerima beragam karya ilmiah dari perwakilan Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia, untuk dapat dipresentasikan pada sesi Call for paper, yang terbagi pada beberapa konsentrasi riset manajemen yaitu: Kewirausahaan dan Inovasi Bisnis, Manajemen Keuangan, Manajemen Pemasaran, Manajemen Rantai Pasok, Manajemen Strategi, Manajemen
Sumber Daya Manusia, dan Teknologi Informasi” lanjutnya

Sendangkan Dr. Rahmawati Thaha, SE, MM Sebagai Ketua Panitia Pelaksana, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman “Perkembangan industri ekonomi digital yang kian pesat menuntut kita sebagai negara besar untuk mampu bersaing dalam menghadapi industri 4.0, kekuatan komunitas adalah kunci dari suksesnya industri ekonomi digital, Indonesia dengan jumlah penduduk terbesar ke 4 (empat) dunia, merupakan potensi besar baik bagi pasar domestik maupun pasar internasional, melihat potensi tersebut perhelatan Forum Manajemen Indonesia ke 11 Tahun ini harus dapat menjadi tonggak sejarah dari bangkitnya kekuatan industri ekonomi digital Nasional melalui fokus riset yang diarahkan pada industri 4.0” Ujarnya

Sehubungan dengan itu, tak luput kami juga mengucapkan apresiasi atas kerjasamanya dari beberapa Perguruan Tinggi sebagai Co-Host (STIE Bulungan, Universitas Terbuka, UMKT, Universitas Widyagama Mahakam Samarinda, STIEM Tanjung Redeb, UNIKARTA, UNTAG Samarinda, STIMI Samarinda, POLNES, Universitas Katolik Soegijapranata, STIE Nusantara Sangatta, Universitas Widyagama Malang, UNIBA, UII Yogyakarta, UBT, UNISBANK, UMI Makassar, Kalbis Institute, Trisakti School of Management, dan Universitas Methodist Medan).”lanjutnya


Selanjutnya Prof. Dr. Hj. Syarifah Hudayah, SE, M.Si Sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Mulawarman, menjelaskan “Forum Manajemen Indonesia (FMI) menjadi forum pertemuan dan komunikasi dosen Manajemen Perguruan Tinggi se-Indonesia, baik negeri maupun swasta. Dalam forum ini, diharapkan terjadi transfer knowledge, informasi, serta pengetahuan terkini baik untuk kepentingan industri, manajerial pengelolaan institusi, perumusan kurikulum, dan kebijakan, ataupun keilmuan. Melalui proses yang cukup ketat, dan selektif, kami berhasil meloloskan 89% (426 abstrak) dari jumlah artikel yang dikirim oleh peserta

Kami mengucapkan terimakasih pada pihak-pihak yang telah mendukung kegiatan ini, sehingga dapat terselenggara dengan baik. Ucapan terimakasih ini, secara khusus, kami sampaikan kepada Dr, Sri Gunawan, DBA sebagai Ketua FMI Pusat, Dr. Rahmawati Thaha, SE, MM selaku Ketua FMI wilayah Kaltim-Tara, serta 17 perwakilan Perguruan Tinggi yang tergabung dalam Koordinator Wilayah Forum Manajemen Indonesia Daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara Periode 2019-2023”lTegasnya.

Forum Manajemen Indonesia (FMI) merupakan wadah dosen-dosen perguruan tinggi seluruh indonesia sebagai forum yang berskala Nasional dalam melakukan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan FMI diadakan secara rutin setiap tahun dikemas dalam bentuk Seminar Nasional, Call for Papers, dan Pengabdian Masyarakat dan hasilnya didokumentasikan dalam bentuk prosiding maupun jurnal ilmiah. Penyelanggaraan FMI dilaksanakan secara bergantian oleh Perguruan Tinggi dari berbagai kota di Indonesia.

Peserta FMI-11 Samarinda Kali ini berasal dari 117 institus yaitu 115 Perguruan Tinggi, 1 Kementrian Tenaga Kerja, dan 1 adalah Umum yang tersebar dari seluruh Indonesia sebanyak 43 kota. Terbanyak dari kota Jokyakarta, kemudian Jakarta, dan Samarinda.

Kegiatan FMI-11 Samarinda diharapkan menjadi sarana yang efektif untuk knowledge sharing, seminar, workshop, desiminasi hasil-hasil penelitian, serta Pengabdian Kepada Masyarakat khususnya dalam bidang ilmu manajemen. Selain itu, FMI-11 Samarinda diharapkan mampu memberikan kesempatan bagi pemerintah dan seluruh masyarakat Kalimantan Timur dalam rangka memperkenalkan budaya, ciri khas serta produk unggulan secara langsung kepada semua peserta pada saat acara diselenggarakan, dan akan berdampak positif bagi peningkatan perekonomian Kalimantan Timur.

Mahasiswa Pembangunan Sosial Gelar Kuliah di Desa Karang Tunggal

13
Nov

Mahasiswa Pembangunan Sosial Gelar Kuliah di Desa Karang Tunggal

Mahasiswa Pembangunan Sosial Fakultas ilmu sosial dan ilmu politik Universitas Mulawarman melakukan Pemetaan sosial dengan mengunjungi langsung desa karang tunggal Kecamatan Tengggarong Seberang Kabupaten kutai Kartaneagara.

Setelah melakukan beberapa kali kunjungan secara berkelompok tiba pertemuan kolektif kelas, Dengan difasilitasi Bus Pemerintah Provinsi Kaltim Mahasiswa melakukan Kunjungan Akhir, Kedatangan Mahasiswa yang didampingi Dosen Pembimbing Kuliah Sarifudin,S.Sos.,M.Si disambut oleh Sekretaris Desa dan Perangkat Desa, Babinsa dan Kepolisian Setempat. Acara sudi Mahasiswa diawali dengan acara diskusi formal. Kemudian mahasiswa yang mendapat melakukan kajian berdasarkan tugas kelompok yang diberikan.

Desa karang tunggal merupakan desa Transmigrasi dari Magelang, Cilacap, Bayuwangi, Jakarta, Nusa Tenggara Barat dan Transmigrasi Lokal pada tahun 1980 .

Desa ini merupakan Pemekaran dari Desa Manunggal jaya tahun 2003. Desa dengan Luas wilayah 1.300 ha yang terdiri dari 17 RT, terdapat 1.033 Kepala keluaraga dengan Total penduduk 3.479 jiwa, Mayoritas masyarakat desa tergantung sektor Pertanian. Terdapat 11 Kelompok Tani Karang Tungggal yang tergabung dalam GAPOKTAN (Gabungan Kelompok Tani)

Hasil wawancara dengan Ketua Kelompok Tani Sidomulyo mengeluhkan kurangnya perhatian pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejateraan Petani, disamping Membiarkan Pertambangan ilegal menggerus areal Pertanian di desa ini bahkan satu hektar lahan pertanian sudah menjadi lubang tambang yang juga sangat berdekatan dengan areal pertanian lainnya sehingga mengurangi kualitas air bahkan menyumbat saluran irigasi ,dan menimbulkan banjir diwaktu hujan sehingga mengurangi hasi panen, sampai merusak jalan desa ujarnya. Hingga saat ini belum ada kompensasi sebagia bentuk pertanggungjawaban perusahaan tamnbang terutama yang berdiri secara ilegal lanjutnya. Para Warga Sudah menyampaikan Keluhan kepada pemerintah desa, tapi Gak di gubris ujarnya. Mereka juga berharap adanya Pembangunan Irigasi disana.

Bahwa desa ini dalam upaya terus membangun, pemerintah sudah melakukan pembangunan paret untuk pengairan irigasi yang beralokasi Dusun Rawa Sari RT 04 dan sekitarnya pada tahun 2017 hingga 2018 yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum Pemerintah Kutai Kartanegara, Pembanguanan jalan desa dan pemberian pupuk, bibit serta alat traktor. Ujarnya. Sekretaris desa juga mengharapkan adanya bantuan pemerintah daerah untuk membangun Sekolah Menengah Pertama (SMP) karena letak SMP yang ada terlalu jauh dari desa, juga Pembangunan Irigasi dan penertiban Tambang Ilegal di sekitar areal pertanian.

Mahasiswa Sosiatri merupakan Agent Pembangunan diharapkan memahami pembangunan desa dan masalahnya serta prorgam migrasi di Kalimantan Timur sebagaimana program pemerintah membangun dari pinggiran atau desa. Hasil pemetaaan sosial dan pembangunan ini akan menjaadi bahan diskusi secara ilmiah agar mahasiswa dapat berfikir komprehensif dan solutif serta empati terhadap lingkungan sekitar tegas Sarifudin.

#Info Borneo@2018

Sosiatri Resmi Berganti Nama Program Studi Pembangunan Sosial Fisip Unmul

05
Jun

Sosiatri Resmi Berganti Nama Program Studi Pembangunan Sosial Fisip Unmul

Dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 567 / M / 2020 Tentang Perubahan Nama Program Studi Pada Universitas Mulawarman di Kota Samarinda, Maka Sejak tanggal ditetapkan pada tanggal 8 Mei 2O2O Nama Program Studi Ilmu Sosiatri Program Sarjana menjadi Program Studi Pembangunan Sosial Program Sarjana.

Upaya perubahan nama dilakukan secara nasional pada program studi Sosiatri pada 7 (tujuh) Universitas di Indonesia sejak dibentuknya Asosiasi Program Studi Pembangunan Sosial Indonesia (APPSI) tanggal 2 September 2014 yang mewadahi Program Studi ini, bahkan UGM Sudah Mengubah nama sejak tahun 2010. Saat Ini memiliki tiga fokus kajian yang dibangun sebagai hasil refleksi dari perubahan sosial yang terjadi di Indonesia yaitu Kebijakan Sosial (Social Policy), Pemberdayaan Masyarakat (Community Empowerment) dan Tanggungjawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility)

Program Koordinator Sukapti Studi Pembanagunan Sosial menjelaskan "Penggantian nama prodi dilakukan karena mengikuti ketentuan dari kementrian tentang nomenklatur prodi-prodi di seluruh Indonesia. Selain itu, penggantian nama ini penting untuk meningkatkan peluang pengembangan keilmuan di tingkat nasional maupun internasional"

"Sosialisasi nama baru Prodi Pembangunan Sosial harus segera dilakukan mengingat waktu penerimaan mahasiswa baru TA 2020/2021 tidak lama lagi dibuka. Meskipun nama prodi Pemsos baru disetujui bulan Mei 2020, namun kurikulum yang disajikan untuk mahasiswa angkatan 2020 dan mahasiswa baru nanti sudah sesuai utuk membentuk bentuk Lulusan atau sarjana Pembangunan Sosial. Prodi Pembangunan Sosial Fisip Unmul juga sudah tergabung dalam APSI, bahkan ketika namanya masih Sosiatri "lanjut Sukapti.

Selain Prodi Ilmu Sosiatri, ada 16 (lima belas) Program Studi Universitas Mulawarman yang berubah nama berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 567 / M / 2020 yaitu:

1. Ilmu Sosiatri Program Sarjana menjadi Program Studi Pembangunan Sosial Sarjana;
2. Program Ilmu Kehutanan Doktor menjadi Program Studi Kehutanan Doktor;
3. Program Magister IImu Kehutanan menjadi Magister Program Studi Kehutanan;
4. Program Magister Ilmu Administrasi Negara Program Studi Administrasi Publik Program Magister;
5. Program Magister Biologi Keguruan menjadi Program Studi Pendidikan Program Magister Biologi;
6. Program Magister Ilmu Hukum menjadi Program Studi Hukum Magister;
7. Ilmu Administrasi Negara Program Sarjana menjadi Administrasi Publik Program Sarjana;
8. Sarjana Ekonomi Islam menjadi Program Studi Ekonomi Syariah Program Sarjana;
9. Program Ilmu Administrasi Bisnis Sarjana menjadi Program Studi Administrasi Bisnis Sarjana;
10. Program Pendidikan Luar Sekolah Sarjana menjadi Program Studi Pendidikan Masyarakat Program Sarjana;
11. Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Program Rekreasi Sarjana menjadi Program Studi Jasmani Sarjana;
12. Program Sarjana Budidaya Perairan Sarjana menjadi Program Studi Akuakultur Sarjana;
13. Program Agrobisnis Perikanan Sarjana menjadi Program Studi Sosial Ekonomi Program Perikanan Sarjana;
14. Program Manajemen Sumberdaya Perairan Sarjana menjadi Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Program Sarjana;
15. Ilmu Hukum Program Sarjana menjadi Program Studi Hukum Program Sarjana; dan
16. Program Ilmu Komputer Sarjana menjadi Program Studi Informatika Sarjana;

 

#Info Kalimantan @ 2020

Mahasiswa Fisip Unmul Belajar dengan Desa Embalut

02
Des

Mahasiswa Fisip Unmul Belajar dengan Desa Embalut

Embalut. Mahasiswa Sosiatri (Pembangunan Sosial Fisip Unmul) didampingi dosen pembina Sarifudin,S.Sos.,M.Si dan Ketua Program Studi Pembangunan Sosial Dra. Lisbet Situmorang,M.Si melakukan pratikum dengan mengunjungi Desa Embalut Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara (01/12/2016). Desa Embalut merupakan desa yang berprestasi pernah masuk enam besar desa dalam lomba desa se-Indonesia. Sebelumnya Desa Embalut masuk 10 besar dari 72.944 desa Se-Indonesia Tahun 2014, serta dapat penghargaan desa terbaik ke-4 se-Indonesia oleh Mendagri sebagai desa penerapan sistem layanan online.

Kegiatan diawali oleh kuliah umum oleh Kepala Desa Embalut DR. Mus Mulyadi dilanjutkan penyerahan secara simbolis bibit ikan dan pohon oleh perwakilan mahasiswa, Ketua Prodi dan dosen pendamping kepada kepala desa. Kemudia mahasiswa membagi kelompok-kelompok kerja yang bertugas mencari data, melakukan observasi, mewawancarai aparat desa, masyarakat, serta menganalisis data sehingga menjadi data yang bernilai seperti menangkap potensi desa dan modal sosial, SDM Desa dan infrastruktur desa. Acara kemudian melakukan kunjungan ke sektor ekonomi yang berbasis lingkungan seperti Keramba Ikan, Peternakan Sapi, Pertanian dan Perkebunan di Desa Embalut.

Mahasiswa langsung mendapatkan penjelasan dari aparat desa dan masyarakat tentang bagaimana tata cara bertenak ikan dan potensi ekonomisnya, Sedangkan mahasiswa dalam kunjungan langsung ke daerah reklamasi tambang batubara diberi informasi mengenai program pemerintah dan CSR Perusahaan tambang tentang program reklamasi tambang, saat ini telah menjadi daerah peternakan sapi dan perkebunan masyarakat.

Pada Desa Embalut ada daerah lokasi yang dijadikan percontohan pengembangan pertanian terpadu yang berkelanjutan menerapkan teknologi berbasis pupuk hayati guna meningkatkan produktifitas lahan tanaman pangan yang dibudidayakan antara lain padi, jagung, kedelai, ubi jalar dan singkong oleh BPTP Kaltim berkerjasama dengan kelompok tani ternak “Mandiri Bersama” dan didukung CSR PT. Kitadin.

Model yang dilakukan adalah melalui konsep yang disebut Integrated Cropland Management (ICLM). lahan dan tanaman untuk dapat tumbuh dan berproduksi sesuai dengan yang diharapkan. Selain pupuk kandang dan pupuk kimia, juga menggunakan pupuh hayati serta menggunakan intektisida yang ramah lingkungan.

“Melalui Praktikum ini diharapkan Mahasiswa dapat pengetahuan terapan atau factual yang dipandu teori di kelas yang nantinya berguna ketika mereka lulus dan kembali ke desa untuk berpartisipasi dalam pembangunan desa” Ujar Lisbet Situmorang Ketua Program Studi Pembangunan Sosial

#Info Borneo@2016

 

Pemuda Harus Berani dan Bangga Jadi Petani

28
Nov

Pemuda Harus Berani dan Bangga Jadi Petani

Samarinda. Nur Agis Aulia, alumni Universitas Ghajah Mada (UGM) dengan predikat cumlaude Memilih Pulang kampung untuk menjadi Petani.

Aulia menegaskan 5 (lima) hal yang wajib di siapkan untuk menjadi petani yakni (1). Mental, (2). Ilmu dan Pengalaman, (3). Paham Skill Budi Daya dan Bisnis (4). Punya Mentor dan (5) Action. Bahkan Aulia menjelaskan harus ada 6 (enam) variabel untuk usaha tani. Ini harus ada dan dipahami (1). Pasar, (2). Benih/bibit, (3) Lahan, (4). Pupuk (5). Air dan (5) SDM.

“ Salah satu profesi yang menjanjikan kesuksesan dunia dan akherat, salah satunya adalah petani/peternak/nelayan,ketika mereka bertani, berternak, melaut kemudian panen (sukses dunia, kemudian hasil panen dimakan/dinikmati Kyai, Profesor, Dokter, Militer, Dosen, Guru, Peneliti, dll menjadi amal Jariah (sukses akherat). Bangga Jadi Petani, Jadi Peternak, Jadi Nelayan". Tegas Aulia.

"Aulia Juga menjelaskan tahapan pemberdayaan masyarakat, pada pengalamannya kolaborasi peternak dibanten Penyadaran, Intervensi dan Berkelanjutan". Tegasnya lagi

“Mahasiswa diharapkan magang sebelum selesai kuliah, cari mentor sehingga ketika lulus siap aplikasi ilmu, saya dulu menunda kelulusan untuk magang. Kejar jabatan strategis yang mengelola sumber daya, sehingga bisa membantu kesejahteraan petani, Sebagai anggota DPRD Kota Serang saya meprioritaskan APBD untuk membantu kesejahteraan petani, bahkan hasil panen petani masa pandemi ini di beli pemerintah”. Saran aulia kepada mahasiswa

Usaha Aulia ini pun berbuah hasil sehingga membawanya sebagai Pemuda Pelopor Tahun 2016, Nominator Kick Andry Young Heroes di Metro TV Tahun 2016, CNN Young Heroes Tahun 2017, Duta Petani Indonesia Tahun 2018, Owner jawara Farm, Owner Bank Sampah Digital, Owner NSS, Hingga Anggota DPRD Kota Serang Tahun 2019-2024.

Selain trik Aulia peserta seminar juga mendapat Ilmu bisnis dari Adi Pramudyo Pengusaha Pertanian, CMO PT. Sinar Pahala Utama dan CEO CV Anugerah Adi Jaya.

Ady Wijaya Pemuda Kelahiran 1992 ini awali penjelasannya menegaskan bahwa waktu merupakan aspek terpenting bagi pengusaha, lanjut butuh mentor, dan networking dengan teknik SKSD (Sok Kenal Sok Dekat), Sering mengikuti kompetisi dan sering mencari kenalan orang-orang yang penting dan berpengaruh, bagi taktik untuk membentuk networking.

Ady kemudian menjelaskan 3 keberanian untuk menjadi pengusaha yaitu BODOL (Berani Optimis Duit Orang Lain), BOBOL (Berani Optimis Bisnis Orang Lain) dan BOTOL ( Berani Optimis Tenaga Orang Lain). Integritas (Kejujuran), Pantang Menyerah (mental) dan Kreatif dan Inovasi ini hal yang di butuhkan agar bisnis bisa bertahan, lanjutnya

Berkat pantang menyerahnya Ady Wijaya mendapat penghargaan Young Entrepreneur From Entrepreneur University Tahun 2011, Young  Entrepreneur From JACKET tahun 2012, Young  Entrepreneur & Young Inspiration UG Tahun 2013, Young  Entrepreneur Spirit  GKN Tahun 2013, Juara 1 Wirausaha Muda berprestasi Tahun 2014, hingga mewakili Indonesa di WEF, GROW Asia Young Farmer, FISAGROW Young Farmer diluar negeri, Hingga Juara Juara Kick Andy Young Heroes tahun 2016, The Best Agropreneur in food Security Summit Tahun 2018.

Kiat dan Trik menjadi Petani Muda Yang sukses ini disampaikan dalam Seminar Online (Webinar) yang diselenggarakan oleh Program Studi Pembangunan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu politik Universitas Mulawarman (Fisip Unmul) dimulai tadi siang jam 14.00 sampai jam 16.30 Wita, melalui aplikasi Zoom dengan Tema" Pemuda Pelopor Socio Agropreneurship : Membangun Kembali Ketangguhan Pertanian".Dihadiri mahasiswa, dosen dan umum. Acara dibuka oleh Dekan Fisip Unmul, Muhammad Noor.

M.Noor mengikuti acara sampai akhir, menyampaikan aspresiasi atas kegiatan ini,  menangkap kesan dari narasumber bahwa profesi petani sama gengsinya dengan profesi lain, seperti dokter.

Sukapti Ketua Program Studi Pembangunan Sosial Fisip Unmul kepada Warta Kaltim menjelaskan setelah mengikuti seminar:

” Patut digaris bawahi adalah keberanian memilih bidang pertanian yang dianggap pemuda lain kotor,miskin dan tidak bergengsi, bahwa dengan kreatifitas, inovasi dan integritas narasumber dapat sukses melalui bidang pertanian”

“Ini memberikan inspirasi buat pemuda di Kaltim agar berani menjadi petani-petani muda, diharapkan pemuda atau mahasiswa bisa bekerjasama dan berjejaring  dengan mas Nur Agis Aulia dan Ady Wijaya untuk mengembangkan potensi pertanian di Kaltim” Tegasnya.

Berila Lain: 

Lenggono: Alumni Sosiatri dapat mewujudkan Kesejateraan Sosial

31
Jan

Lenggono: Alumni Sosiatri dapat mewujudkan Kesejateraan Sosial

Samarinda. Alumni Gelar Musyawarah Besar Pertama Ikatan Alumni Pembangunan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman Secara Offline pada Ruang Serbaguna Fisip Unmul di Samarinda sekaligus Secara Online menggunakan aplikasi Zoom Cloud Meetings (30/01/2021).

Setelah Laporan Ketua Panitia Febri Arianto Notonegoro, acara Mubes I (Pertama) dibuka DR. Sukapti Koordinator Program Studi Pembangunan Sosial Fisip Unmul “Selamat atas reuni lintas angkatan atau lintas generasi, Prodi ini yang berusia sekitar 60 tahun, Sosiatri sudah berkembang eksis dari zaman ke zaman. Saat ini penerimaan mahasiswa baru antara 80-100 orang, Pada tanggal 8 Mei 2020 Prodi Sosiatri berubah nama menjadi prodi Pembangunan Sosial, dalam rangka memperluas komunikasi keilmuan lebih luas hingga internasional. Nanti Alumni yang sudah berkerja bisa memberikan masukan perubahan kurikulum yang lebih relefan. Dibentuknya IKA ini saya harapkan sebagi sarana silaturahmi, sarana menghasilkan ide-ide untuk gerakan yang berguana bagi alumni, bagi Program Studi dan bagi Kalimantan"

DR. Dariono Alumni Sosiatri Tahun 1994 Ketua HMJ Sosiologi Tahun 1997“Kalau tidak masa Covid, saya senang sekali datang ketemu langsung, Saya secara personal sangat senang kegiatan ini. mudah-mudahan kegiatan ini bisa berjalan maksimal dan menghasilkan yang produktif, memberi kesempatan adik-adik kita lebih baik dari kami-kami”

DR. Lenggono Alumni Sosiatri 1990 ” Mengharapkan alumni Sosiatri/Pembangunan Sosial dapat mewujudkan Kesejateraan Sosial.”

Selanjutnya Mubes mentapkan Ketua sekaligus Formatur Muhammad Syarifuddin yang saat in juga sebagai Anggota DPRD Kota Samarinda dan Anggota Formatu antara lain Lauje, Sarifudin, Rahmat Dermawan, Indah Purwanti dan Umar Dhani, yang nantinya Anggota Formatur membantu Formatur (Ketua IKA) menyusun Kepengurusan IKA Pembangunan Sosial Fisip Unmul Periode 2021-2025 selanjutanya ditetapkan dalam Surat Keputusan oleh IKA Fisip Unmul Makmur HAPK, Saat ini juga sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur.

Muhammad Syarifuddin Ketua IKA terpilih Kepada Warta Kaltim menyucapkan ” Terima Kasih Terhadap Alumni Sosiatri, Sosiatri Kosentrasi Sosiologi yang telah mempercayakan Memimpin IKA Pembangunan Sosial, Nantinya Saya bersama Anggota Formatur akan menyusun Kepengurusan dan melaksanakan kegiatan - kegiatan silaturhami yang bermanfaat bagi alumni”

#InfoBorneo @2021

 
Pemateri Webinar : Nur Agis Aulia dan Ady Wijaya

28
Nov

Mewujudkan Pelopor Socio Agropreneurship, Prodi Pembangunan Sosial Gelar Webinar

Samarinda. Nur Agis Aulia, alumni Universitas Ghajah Mada (UGM) dengan predikat cumlaude Memilih Pulang kampung untuk menjadi Petani.

Aulia menegaskan 5 (lima) hal yang wajib di siapkan untuk menjadi petani yakni (1). Mental, (2). Ilmu dan Pengalaman, (3). Paham Skill Budi Daya dan Bisnis (4). Punya Mentor dan (5) Action. Bahkan Aulia menjelaskan harus ada 6 (enam) variabel untuk usaha tani. Ini harus ada dan dipahami (1). Pasar, (2). Benih/bibit, (3) Lahan, (4). Pupuk (5). Air dan (5) SDM.

“ Salah satu profesi yang menjanjikan kesuksesan dunia dan akherat, salah satunya adalah petani/peternak/nelayan,ketika mereka bertani, berternak, melaut kemudian panen (sukses dunia, kemudian hasil panen dimakan/dinikmati Kyai, Profesor, Dokter, Militer, Dosen, Guru, Peneliti, dll menjadi amal Jariah (sukses akherat). Bangga Jadi Petani, Jadi Peternak, Jadi Nelayan". Tegas Aulia.

"Aulia Juga menjelaskan tahapan pemberdayaan masyarakat, pada pengalamannya kolaborasi peternak dibanten Penyadaran, Intervensi dan Berkelanjutan". Tegasnya lagi

“Mahasiswa diharapkan magang sebelum selesai kuliah, cari mentor sehingga ketika lulus siap aplikasi ilmu, saya dulu menunda kelulusan untuk magang. Kejar jabatan strategis yang mengelola sumber daya, sehingga bisa membantu kesejahteraan petani, Sebagai anggota DPRD Kota Serang saya meprioritaskan APBD untuk membantu kesejahteraan petani, bahkan hasil panen petani masa pandemi ini di beli pemerintah”. Saran aulia kepada mahasiswa

Usaha Aulia ini pun berbuah hasil sehingga membawanya sebagai Pemuda Pelopor Tahun 2016, Nominator Kick Andry Young Heroes di Metro TV Tahun 2016, CNN Young Heroes Tahun 2017, Duta Petani Indonesia Tahun 2018, Owner jawara Farm, Owner Bank Sampah Digital, Owner NSS, Hingga Anggota DPRD Kota Serang Tahun 2019-2024.

Selain trik Aulia peserta seminar juga mendapat Ilmu bisnis dari Adi Pramudyo Pengusaha Pertanian, CMO PT. Sinar Pahala Utama dan CEO CV Anugerah Adi Jaya.

Ady Wijaya Pemuda Kelahiran 1992 ini awali penjelasannya menegaskan bahwa waktu merupakan aspek terpenting bagi pengusaha, lanjut butuh mentor, dan networking dengan teknik SKSD (Sok Kenal Sok Dekat), Sering mengikuti kompetisi dan sering mencari kenalan orang-orang yang penting dan berpengaruh, bagi taktik untuk membentuk networking.

Ady kemudian menjelaskan 3 keberanian untuk menjadi pengusaha yaitu BODOL (Berani Optimis Duit Orang Lain), BOBOL (Berani Optimis Bisnis Orang Lain) dan BOTOL ( Berani Optimis Tenaga Orang Lain). Integritas (Kejujuran), Pantang Menyerah (mental) dan Kreatif dan Inovasi ini hal yang di butuhkan agar bisnis bisa bertahan, lanjutnya

Berkat pantang menyerahnya Ady Wijaya mendapat penghargaan Young Entrepreneur From Entrepreneur University Tahun 2011, Young  Entrepreneur From JACKET tahun 2012, Young  Entrepreneur & Young Inspiration UG Tahun 2013, Young  Entrepreneur Spirit  GKN Tahun 2013, Juara 1 Wirausaha Muda berprestasi Tahun 2014, hingga mewakili Indonesa di WEF, GROW Asia Young Farmer, FISAGROW Young Farmer diluar negeri, Hingga Juara Juara Kick Andy Young Heroes tahun 2016, The Best Agropreneur in food Security Summit Tahun 2018.

Kiat dan Trik menjadi Petani Muda Yang sukses ini disampaikan dalam Seminar Online (Webinar) yang diselenggarakan oleh Program Studi Pembangunan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu politik Universitas Mulawarman (Fisip Unmul) dimulai tadi siang jam 14.00 sampai jam 16.30 Wita, melalui aplikasi Zoom dengan Tema" Pemuda Pelopor Socio Agropreneurship : Membangun Kembali Ketangguhan Pertanian".Dihadiri mahasiswa, dosen dan umum. Acara dibuka oleh Dekan Fisip Unmul, Muhammad Noor.

M.Noor mengikuti acara sampai akhir, menyampaikan aspresiasi atas kegiatan ini,  menangkap kesan dari narasumber bahwa profesi petani sama gengsinya dengan profesi lain, seperti dokter.

Sukapti Ketua Program Studi Pembangunan Sosial Fisip Unmul kepada Warta Kaltim menjelaskan setelah mengikuti seminar:

” Patut digaris bawahi adalah keberanian memilih bidang pertanian yang dianggap pemuda lain kotor,miskin dan tidak bergengsi, bahwa dengan kreatifitas, inovasi dan integritas narasumber dapat sukses melalui bidang pertanian”

“Ini memberikan inspirasi buat pemuda di Kaltim agar berani menjadi petani-petani muda, diharapkan pemuda atau mahasiswa bisa bekerjasama dan berjejaring  dengan mas Nur Agis Aulia dan Ady Wijaya untuk mengembangkan potensi pertanian di Kaltim” Tegasnya

 

#InfoBorneo @2020