Info Kita

Info Kita (3)

Tentangg Warga

MPC NU Sungai Kunjang Siap Besinergis dengan Poltesta Wujudkan Kamtibmas

04
Feb

MPC NU Sungai Kunjang Siap Besinergis dengan Poltesta Wujudkan Kamtibmas

Samarinda,KH. Ali Mahmudi Ketua Yanfudziyah MWC Sungai Kunjang“Kami siap bersinergi dan membantu, bila kegiatan Polres di sandingkan MPC NU Sungai Kunjang wujudkan Keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) ” hal ini disampakai Ali Mahmudi dalam acara Silaturahmi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Sungai Kunjang Gelar dengan Kapolsek Kecamatan Sungai Kunjang (04/02/2021) pada 13.30 -15.00 bertempat Musholla Assunniyyah Jl. Jakarta Loa Bakung. Hadir KH. Moh. Sultan Rois Syuriah (Dewan Suro) , KH. Ali Mahmudi S.PdI Ketua Tanfidziah, Jumar, S.Sos.,M.Si Camat Sungai Kunjang dan Kompol Bambang Budiyanto,SH Kapolsek Sungai Kunjang, serta Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama, Muslimat Nu, Pemuda Ansor Acara dipandu Mahrus Irhamdi, Sos.,M.Si Seketaris MWC NU Sungai Kunjang.

Jumar Camat Sungai Kunjang “ Untuk Mengurangai Penyebaran COVID-19, tidak boleh ada kerumunan sebagaimana aturan pemerintah, kami sarankan kegiatan-kegiatan dilakukan siang hari, Siar bisa dilakukan secara Zoom ”

Bambang Kapolsek Sungai Kunjang: "Dengan kerjasamanya, semoga keamanan dan ketertiban bisa tercipta. Membudayakan pakai masker agar disampaikan di keluarga, menggunakan masker bisa melindungi kita juga orang lain, Jaga Jarak, dan kita berharap ada terus komunikasi, koordinasi atau laporan untuk kertiban dan keamanan Sungai Kunjang”

 

#InfoBorneo @2021

Aksi Turun Ke Jalan Mahasiswa dan Buruh dalam Menolak UU Omnibus Law di Samarinda Berujung Ricuh

08
Okt

Aksi Turun Ke Jalan Mahasiswa dan Buruh dalam Menolak UU Omnibus Law di Samarinda Berujung Ricuh

Samarinda,- Dampak dari Pengesahan Undang- Undang cipta Kerja atau Omnibus Law oleh DPR RI menyebabkan penolakkan keras dari berbagai elemen masyarakat, banyak masyarakat menilai jika Undang – undang ini sangat tidak pro dengan rakyat terutama para kaum pekerja/buruh. Penolakkan terjadi di hampir seluruh wilayah di Indonesia, salah satunya di daerah kota Samarinda, Kalimantan Timur, aksi unjuk rasa oleh pihak mahasiswa dan buruh untuk menolak pengesahan Undang- Undang Omnibus law ini terjadi pada (7/10). Mahasiswa dari berbagai universitas yang ada di Samarinda ramai – ramai turun ke jalan bersama para buruh dengan membawa tuntutan agar pihak pemerintah dapat mencabut pengesahan Undang  - undang Omnibus Law tersebut, unjuk rasa yang dilakukan berpusat pada kantor DPRD kaltim.

                Mahasiswa dan buruh menilai adanya kepentingan pihak – pihak tertentu di dalam pengesahan Undang – Undang Omnibus Law yang dilakukan oleh DPR, terlebih lagi pengesahannya dinilai sangat kilat dan secara tiba – tiba tanpa melibatkan masyarakat terlebih dahulu, walaupun dari pihak DPR langsung membantah tuduhan tersebut dengan menyebut pengesahan Undang- Undang ini telah sesuai prosedur dalam kurun waktu yang cukup dan sudah melibatkan masyarakat pula.

            Aksi yang dilakukan oleh mahasiswa dan buruh untuk menolak UU Omnibus Law di Samarinda pada awalnya berjalan dengan damai dan kondusif, namun karena tidak kunjung ditemui oleh perwakilan dari pihak DPRD Kaltim membuat aksi massa memutuskan untuk memaksa masuk ke dalam area gedung DPRD Kaltim yang akhirnya membuat keadaan menjadi ricuh, dengan mendobrak pintu gerbang disertai lembaran batu dan botol oleh beberapa oknum ke dalam kerumunan barikade polisi kericuhan pun pecah dan tak terelakkan lagi antara polisi dengan massa aksi mahasiswa dan buruh.

            Kericuhan yang semakin memanas membuat pihak kepolisian mengambil langkah tegas dengan berusaha membubarkan massa aksi, dengan melepaskan tembakan water canon. Massa aksi pun akhirnya terpecah ketika pihak kepolisian menembakan gas air mata ke kerumunan aksi.

            Atas kericuhan tersebut kepolisian mengamankan beberapa mahasiswa yang dituding menjadi provokator kericuhan dan digiring masuk ke dalam area gedung DPRD Kaltim, dan beberapa mahasiswa lainnya kabur dari kejaran aparat kepolisian. Dari kericuhan di aksi tersebut banyak berjatuhan korba luka – luka mulai dari pihak aksi yaitu mahasiswa dan buruh maupun dari pihak kepolisian.

Gotong Royong Warga SKM

08
Nov

Warga SKM Borneo Semangat Kebersamaan Bangun Jalan

Samarinda, Perumahan Sungai Karang Mumus (SKM) Borneo, bukan di samping Sungai Karang Mumus, tapi berada di daratan tinggi Jalan Damanhuri 2 Samarinda. RT. 42 Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda Kalimantan. Nama ini karena ada relokasi rumah warga yang tinggal dibantaran Sungai Karang Mumus (SKM) oleh Pemerintah Kota Samarinda.

Sejak Berdirinya rumah warga di blok ini tanpa inprastruktur jalan memadai warga inisiatif bergotong royong membangun jalan (08/11) di Blok B yang Tembus B1 arah Blok C1, “Semangat Kebersamaan, Kesolitan dan Gotong royong, Warga Sumbang dana, Material, konsumsi hingga Tenaga Modal Sosial dan Modal Pembangunan harus terus di pelihara, Ujar Ujar Syamsudin Ketua RT 42

Ketua RT Muhammad Syamsudin hadir dan Ikut langsung menyemen jalan hadir juga Midah dan Yanuar Ardian Putra sebagai pengurus Blok B1, Subari Pengurus Blok B, serta warga lainnya. Kami harap ini menjadi Alternatif Jalan dimana Kondisi Jalan awalnya tumbuh rumput seringgi lutut dan Jalan tanah sehingga bila hujan becek dan pada hari yang sama Warga C1 Juga melakukan gotong-royong membangun Jalan gorong-gorong parit.Ujar Syamsudin

Kerja bakti minggu sebelumnya Warga Membangun jalan Jalan KPWN sehingga akses jalan ke Blok B dan Mesjid terhubung, memperbaiki longsoran jalan di Gerbang Blok B, hingga bersama RT lain di kawasan Jalan Damanhuri 2 Menggali tanah yang masuk Paret, sehingga tanah dan air memimpah kejalan di waktu hujan. Pemerintah sangat responsif setelah kerjabakti itu langsung ada pengerjaan proyek paret lanjut , Kami juga meminta Partisifasi warga untuk ikut siskambling secara bergantian setiap malamnya agar keamanan tetap terjaga dan masyarakat bisa saling berinterakasi sampai Sekurity disini terpilih kembali Ujar Samsudin.

Kami harap ada bantuan lagi pemerintah untuk membangun longsoran depan gerbang Blok B karena butuh bana yang besar mudahan segera terealisasi, sudah kami usulkan lanjutnya lagi

Selain itu Warga SKM menghendaki pemerataan sehingga tidak ada lagi blok yang belum ada semenisasi seperti di Blok B1, B3 dan C1 dan lainnya ditegaskan salah seorang Warga

Mekanisme Jaga malam dan Tata Kelola Perumahan juga diatur dalam Surat Edaaran Kesepakatan Bersama Warga RT. 42. Yang menjelaskan Pembentukan Pengurus Blok di bagi menjadi 16 Blok yang menjadi penghubung warga sebelum Ketua RT, Seperti izin keramaian, pelaporan identitas warga, Wajib lapor bagi warga pindah kewilajah RT. 42, Wajib lapor bila kedatangan tamu nginap Lebih 2 hari meninggalkan rumah lebih dari 1 hari, penetapan iuran warga.

 #InfoBorneo @2020