Info Utama

Info Utama (4)

Program Kelestarian lingkungan  Mengantarkan PT Kaltim Nitrate Indonesia Raih Indonesia Green Awards Yang Ketiga Kalinya

08
Apr

Program Kelestarian lingkungan Mengantarkan PT Kaltim Nitrate Indonesia Raih Indonesia Green Awards Yang Ketiga Kalinya

Jakarta. Kelestarian lingkungan dalam menangani persoalan lingkungan. Inilah yang kemudian mengantarkan PT Kaltim Nitrate Indonesia meraih penghargaan dalam ajang Indonesia Green Awards 2021 untuk yang ketiga kalinya.

Penghargaan Indonesia Green Awards 2021 ini diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Drs. Alue Dohong, Msc, PhD dan Chairman The La Tofi School of CSR Bapak La Tofi. Penghargan diterima langsung oleh Presiden Direktur PT Kaltim Nitrate Indoensia Mei Suryawan Rabu 7 April 2021 di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta.

Kerja kolektif PT Kaltim Nitrate Indonesia yang diwujudkan melalui program Community Development di apresiasi oleh The La Tofi School of CSR dengan meraih dua penghargaan dalam ajang ini. Pertama, kategori Penanganan Sampah Plastik melalui Program KSM Anggrek. Cerita sukses dari keberhasilan Program KSM Anggrek ini ialah adanya jaminan keberlanjutan ekonomi bagi anggota kelompok. Program ini memberikan peningkatan tambahan ekonomi bagi kelompok melalui produksi yang berkelanjutan dan mendorong kemandirian masyarakat. Disisi lain, program ini juga mendukung Peraturan Walikota Bontang Nomor 30 Tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Produk Plastik Sekali Pakai. Sederhananya, KSM Anggrek mengajak masyarakat untuk berperilaku bijak terhadap lingkungan, salah satunya dengan mengurangi penggunaan sampah plastik.

Kedua, kategori Mengembangkan Keanekaragaman Hayati melalui Program Laskar Taman Nasional Kutai (Laskar TNK). Program ini merupakan program pemberdayaan kader konservasi yang dibentuk atas kolaborasi antara PT Kaltim Nitrate Indonesia, Balai Taman Nasional Kutai dan Bumi Edukasi. Program yang dijalankan ialah pengembangan nursery yang dikelola oleh Laskar TNK. Nursery yang berisi beragam jenis tanaman ini merupakan bentuk pengembangan dan pengkayaan keanekaragaman hayati di wilayah Taman Nasional Kutai. Selain itu, kegiatan kelompok ialah melakukan kegiatan edukasi lingkungan, penanaman mangrove hingga kolaborasi program bersama Yayasan Lindungi Hutan dan startup Jejak.in untuk melakukan pemantauan mangrove secara digital. Harapannya, program ini mampu memprovokasi para anak muda untuk mencintai lingkungan, untuk mencintai rumahnya, yaitu alam.

Dalam pernyataannya, Presiden Direktur PT KNI - Mei Suryawan menyampaikan “terima kasih kepada The La Tofi School of CSR yang telah menyelenggarakan acara ini. Melalui ajang ini, kami juga bisa melihat praktik baik dari perusahan-perusahaan yang berpartisipasi dalam ajang ini. PT KNI akan selalu berpartifipasi aktif dalam kegiatan community development, termasuk diantaranya ialah kegiatan pelestarian lingkungan, pengembangan keanekaragaman hayati. Harapannya ini sebagai kontribusi nyata kami yang bisa bermanfaat untuk saat ini dan generasi mendatang.

Mei Suryawan juga menambahkan, melalui program community development dapat mendorong kemandirian masyarakat dan keberlanjutan program. Selain itu, program yang diimplementasikan KNI juga sejalan dengan Sustainable Development Goal’s.

Penghargaan ini merupakan wujud kepedulian PT Kaltim Nitrate Indonesia terhadap keberlangsungan lingkungan, khususnya di wilayah perusahaan beroperasi. Apresiasi ini juga mendorong perusahaan untuk semakin aktif dan inovatif dalam menjalankan program yang berwawasan lingkungan.

Info Borneo-2021

Pembangunan Ibu Kota Negara Libatkan Masyarakat, Kembangkan Sektor Industri Digital & Inovasi

28
Feb

Pembangunan Ibu Kota Negara Libatkan Masyarakat, Kembangkan Sektor Industri Digital & Inovasi

Pembangun Ibu Kota Negara (IKN) tidak hanya menyiapkan infrastruktur dan lingkungannya saja, tetapi juga manusianya, baik yang akan pindah maupun yang telah lama menetap. Untuk membahas pentingnya aspek sosial budaya dalam rencana pembangunan IKN, Kementerian PPN/Bappenas menyelenggarakan Dialog Nasional VII Pemindahan Ibu Kota Negara: “Membangun Kualitas Kehidupan Sosial Budaya” pada Selasa (25/2), di Balai Purnomo Prawiro Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat. “Kementerian PPN/Bappenas telah memproyeksikan jumlah penduduk dan urbanisasi yang akan terjadi di Ibu Kota Negara. Saat ini, penduduk setempat Ibu Kota Negara tercatat 100 ribu jiwa. Jumlah tersebut diperkirakan bertambah menjadi 700 ribu jiwa di 2025, kemudian berkembang menjadi 1,5-1,6 juta jiwa di 2035, hingga mencapai perkiraan 1,7-1,9 juta jiwa di 2045. Berdasarkan ini, kita akan merancang desain kotanya seperti apa, sistem transportasi, gedung, dan lainnya. Selain itu, kami tetap memastikan lingkungan hidupnya terjaga,” jelas Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas Rudy Prawiradinata.   

Disampaikan dalam Dialog Nasional VII Pemindahan Ibu Kota Negara: “Membangun Kualitas Kehidupan Sosial Budaya” dilaksanakan Kementerian PPN/Bappenas bekerja sama dengan FISIP Universitas Indonesia untuk mendapatkan masukan yang konstruktif agar Masterplan Pembangunan IKN yang akan segera disusun dapat menerapkan prinsip inklusif, lestari, berkelanjutan, serta mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang mendorong pemerataan ke seluruh wilayah Indonesia. Diskusi publik ini akan terus dilaksanakan sebagai bentuk pelibatan publik, terutama dari generasi milenial di lingkungan kampus. Suara milenial akan sangat mempengaruhi wujud IKN kita ke depan sebagai the Best City on Earth. “Mimpi Bapak Jokowi adalah membuat Ibu Kota Negara menjadi pusat kluster inovasi dan riset dunia. Di sinilah peran aktif milenial dibutuhkan untuk mewujudkan keinginan tersebut,” ujar Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar.

Kalimantan Timur sejak dulu telah memiliki struktur sosial yang beragam. Sekitar 1,5 juta pendatang yang terdiri atas Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI dan POLRI beserta keluarganya, serta pelaku ekonomi lainnya akan hadir di wilayah IKN. Oleh karena itu, pemindahan IKN ke Kalimantan Timur perlu dipersiapkan sebaik mungkin agar tidak menimbulkan masalah yang tidak kita inginkan. Pemahaman yang komprehensif mengenai kareakteristik sosial, ekonomi, maupun budaya masyarakat akan membantu Indonesia mewujudkan IKN yang “SmartGreenBeautiful, dan Sustainable”.

Pada 2018, jumlah penduduk Kalimantan Timur sebesar 3,6 juta jiwa diproyeksikan akan meningkat menjadi 5-7 juta jiwa di 2025, kemudian 8,7-9,7 juta jiwa di 2035, dan mencapai 10-11 juta jiwa di 2045. Hal ini terjadi karena pemerintah tidak hanya mengembangkan wilayah IKN saja, tetapi juga wilayah sekitarnya. Deputi Rudy juga menyatakan tidak ingin membuat IKN menjadi enclaved, sementara wilayah sekitarnya tidak berkembang atau didiamkan secara alami, tetapi pemerintah justru ingin memastikan pembangunan IKN dan wilayah sekitarnya berimbang. Beliau berharap Bappeda dapat menyiapkan pelatihan vokasi serta Balai Latihan Kerja (BLK) untuk jenis pekerjaan yang bisa dikembangkan.

Menurut Deputi Rudy, terdapat beberapa sektor yang akan dikembangkan di IKN agar masyarakat setempat dapat turut berpartisipasi dalam pembangunan IKN. “Mulai dari sektor layanan, pendidikan tinggi, dan industri digital dan inovasi, ini yang akan kita kembangkan di kawasan Ibu Kota Negara. Sektor-sektor ini akan menarik penduduk baru ke sana karena dalam urbanisasi, masyarakat tidak akan mau berpindah kalau tidak ada kesempatan baru. Kita juga akan mempersiapkan masyarakat setempat supaya bisa berpartisipasi dalam pembangunan Ibu Kota Negara. Ini akan menyerap tenaga kerja yang signifikan, belum lagi saat nanti Ibu Kota Negara sudah berkembang akan ada demand-demand baru yang cukup signifikan dari sisi pertanian, ekonomi kecil menengah, dan lainnya,” jelas Deputi Rudy.        

Dalam mewujudkan IKN yang majemuk dan harmonis sesuai dengan identitas bangsa Indonesia, diperlukan pemahaman dan perencanaan aspek sosial-budaya dan sosial-ekonomi yang komprehensif. Perencanaan aspek sosial dilaksanakan dengan memastikan faktor-faktor, seperti penerimaan masyarakat, peningkatan kualitas SDM, pemanfaatan dan pengembangan kearifan lokal, sumber-sumber penghidupan masyarakat, serta peran berbagai pihak termasuk generasi milenial dalam pembangunan IKN. “Sektor penyerapan tenaga kerja terbesar adalah perdagangan dan pertanian, tetapi penciptaan kesempatan kerja terbesar terjadi di sektor jasa pendidikan dan baru disusul perdagangan,” jelas Deputi Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan Kementerian PPN/Bappenas Pungky Sumadi.

Perbedaan karakteristik sosial budaya antara masyarakat setempat dan pendatang perlu diantisipasi sejak awal dan ketahanan masyarakat secara ekologi, ekonomi dan sosial budaya dapat terwujud. “Kearifan ekologi dan kebudayaan masyarakat yang mempengaruhi cara hidup secara turun temurun, harus terus dilestarikan dan dapat dimanfaatkan bagi pembangunan Ibu Kota Negara,” jelas Staf Ahli Menteri PPN Bidang Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Vivi Yulaswati.

Kementerian PPN/Bappenas telah melaksanakan berbagai kajian, termasuk aspek demografi, sosial dan budaya dalam pemindahan IKN. Kajian yang dilakukan merupakan tahap awal, yang perlu didiskusikan dan didalami lebih lanjut dengan berbagai pakar. “Kota hanya berarti kalo ada masyarakat. Kalo kita berbicara masyarakat, kita bicara konektivitas budaya, bukan sekadar beton, bukan sekadar pabrik, dan bukan sekadar jalan, tapi adalah manusia dan manusia adalah makhluk sosial,” jelas Rektor Universitas Indonesia Ari Kuncoro. Dosen Arsitektur dan Perencanaan Universitas Gadjah Mada Laretna Adishakti juga mengungkapkan pentingnya pembangunan dengan perspektif budaya yang menyeluruh. “Membangun Ibu Kota Negara merupakan sebuah legacy yang dilakukan manusia. Semoga nantinya Ibu Kota Negara menjadi saujana pusaka yang tetap mempertahankan kearifan lokal,” jelas Laretna.

Pertamina Hulu Mahakam Kembangkan Konsep Petani Maju 4.0

07
Feb

Pertamina Hulu Mahakam Kembangkan Konsep Petani Maju 4.0

Petani Maju 4.0 yaitu  pemberdayaan perempuan dan pemuda tani dalam pengelolaan lahan tidur menjadi produktif dengan metode pertanian permakultur yang ramah lingkungan dan professional.  Hal itu dicanangnkan PHM di dasarkan dari pemetaaan sosial dan lingkungan yang dilakukan terdapat ada permasalahan yaitu:  (1). Terdapat banyak lahan tidur dan pekarangan rumah warga yang belum optimal dimanfaatkan (2). Tingginya jumlah pengangguran yang disebabkan kurangnya tingkat pendidikan minimnya kualitas sumber daya manusia usia produktif serta ketergantungan ekonomi terhadap sektor usaha migas dan batu bara. (3). Sistem & metode pertanian yang tidak ramah lingkungan (penggunaan zat kimia untuk media tanam dan pupuk) (4). Kurang optimalnya peran perempuan dalam sector ekonomi kerakyatan (5). Mindset masyarakat terkait dengan budaya bertani yang masih konvensional (Tanam, Panen, Jual)

Pengembangan Petani Maju 4.0  Menurut PHM Daerah sekitar wilayah kerja PHM juga memiliki potensi yaitu (1). Terdapat wilayah percontohan/demplot yang cukup berhasil (2). Keberadaan kelompok tani yang memiliki motivasi tinggi untuk  perubahan (3). Tersedianya lahan pertanian yang cukup luas (4). Keberadaan tokoh penggerak/local hero: Sami’an, Asnawi, Ibu  Khurotin

Maka PHM Bersama Stakeholder akan melakukan intervensi-intervensi yaitu (1). Kampanye pengelolaan lingkungan dengan konsep Asri dan Lestari (2). Bantuan sarana dan prasarana penunjang kegiatan (3). Inisiasi pembentukan kelompok (KWT, Bank Sampah) dengan target sasaran utama adalah wanita (4). Pelatihan dan Peningkatan kapasitas Petani dan Pokdarwis (5). Fasilitasi perluasan jaringan pemasaran hasil pertanian dan turunannya dan (6). Fasilitasi replikasi mode pertanian ramah lingkungan kepada wilayah sekitar

Konsep Petani 4.0 disampaikan PHM Kepada Pengurus Forum CSR Kesejakteraan Sosial Kalimantan Timur di Pendopo Sentra Edukasi Pertanian pada 6 Februari 2020

Sarifudin Ketua KPID Kaltim Lantik Pengurus Forum Komunikasi Pemerhati Media Kaltim

01
Nov

Sarifudin Ketua KPID Kaltim Lantik Pengurus Forum Komunikasi Pemerhati Media Kaltim

Samarinda, Media Massa membawa pengaruh pada aspek Budaya, Politik dan Ekonomi. Dari aspek budaya, media massa merupakan institusi sosial pembentuk definisi dan citra realitas social, serta ekspresi indentitas yang dihayati bersama secara komunal. Dari aspek politik, media massa membentuk ruang dan arena bagi terjadinya diskusi aneka kepentingan berbagai kelompok sosial yang ada dimasyarakat dengan tujuan akhir untuk menciptakan pendapat umum. Dari Sisi ekonomi, Media Massa merupakan institusi bisnis dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan secara material bagi pendirinya.

Media Massa saat ini isinya  cenderung berisi Kekerasan, primodialisme, sekularisme, liberalisme, materialisme, modernisme tentu harus ada program pengendalian terutama bagi kelompok rentan yaitu anak, remaja, pemuda dan perempuan. Kontrol selama ini tidak mampu dilakukan oleh organisasi bentukan negara seperti Komisi Penyiaran Indonesia dan Dewan Pers, Kementerian Komunikasi dan Informatika. Selain hasil rekruitmennya dari proses politik Lebih lagi Pemilik Media saat ini sudah masuk dalam ranah politik dengan mendirikan partai politik.

Hal ini menjadi media sulit untuk dikontrol oleh lembaga KPI atau Dewan Pers. belum lagi tuntas kontrol ini, saat ini ditambah lagi informasi Hoax secara masif telah menyebar diruang-ruang publik menggunakan sarana media sosial seperti facebook, Twiter, Whatapps dan lainnya. Ketidakberdayaan ini mau tak mau ada upnya sekolompok masyarakat untuk ikut serta terlibat dalam proses penyadaran terhadap masyarakat agar melakukan Kontrol Mandiri. "Sosialisasi literasi media sudah dilakukan periode ini, MOU dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur, Kampus, Badan Narkotika Nasional Kaltim pun sudah dilakukan, lanjut saat ini kami KPID Kaltim membentuk dan Pengukuhan Forum Komunikasi Pemerhati Media Kaltim yang diikuti  diikuti sebanyak 15 organisasi " Ujar Sarifudin Ketua KPID

Adapun susunan pengurus, ketua Machnun Uzni, S.I.Kom, sekretaris Erlyando Saputra, S.Sos, dan bendahara Musdalifah, Ujar Sarifudin Ketua KPID Kaltim

"Kami Sudah Membuat Perencanaan Anggaran untuk Tahun 2019 Mendukung Forum ini, diharapkan Forum ini segera berkerja melakukan upaya Literasi Media dimasyarakat terutama kelompok rentan, anak, remaja, pemuda dan perempuan dengat target kegiatan bisa dilakukan di sekolah, Universitas, bahakan di organisasi Perempuan seperti PKK" lanjut Sarifudin

Pengukuhan dilakukan di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kalimantan Timur Tanggal 31 Oktober 2018.

#Info Borneo @2918