Keren!! Unmul Belajar  Bersama PT Kaltim  Nitrate Indonesia Dalam  Program CSR

30
Mar

Keren!! Unmul Belajar Bersama PT Kaltim Nitrate Indonesia Dalam Program CSR

Samarinda. Program Studi Pembangunan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman, menggelar Kuliah Umum “Monitoring & Evaluasi Dalam Perspektif Program CSR” melalui zoom (30/3/2021). Sesuatu yang spesial dari webinar kali ini adalah narusember langsung yang dibawakan oleh Wisnu Ahmaddin selaku Corporate Social Responsibility (CSR) Specialist PT Kaltim Nitrate Indonesia. Sesuai dengan judul, tentunya acara webinar kali ini sangat memberikan manfaat dan pengetahuan yang besar bagi mahasiswa yang ingin bekerja dibidang CSR dan bidang kemasyarakatan lainnya. “Poin penting dalam CSR sendiri adalah melakukan pemberdayaan yang merupakan sebuah investasi penting untuk masa depan”, ujar Prof. I Ketut Gunawan selaku Wakil Dekan I FISIP pada sambutan acara. Sebagai moderator, Sarifuddin S.Sos., M.Si mengatakan bahwa webinar kali ini berguna untuk menyelaraskan antara mata kuliah dengan Aktualisasi di Lapangan yang menjadi tempat pekerjaan nantinya, yang mana Mahasiswa diharapkan punya pengetahuan dan keahlian dibidang kebijakan sosial, Tata kelola CSR hingga Pemberdayaan Masyarakat. Ini yang menjadi Pencapaian Keahlian Prodi pembangunan sosial. 

Mengapa perusahaan perlu melaksanakan CSR? Apakah hal tersebut semata-mata untuk pencitraan positif dan kewajiban? atau sebagai komitmen antara perusahaan dengan masyarakat? Wisnu Ahmaddin menjawab, CSR merupakan sebuah ruang manis yang mempertemukan masyarakat, perusahaan, dan pemerintah dalam tujuan kesejahteraan. Kesejahteraan negara tidak hanya ditanggung oleh pihak perusahaan, tetapi oleh berbagai pihak termasuk dari masyarakat itu sendiri. Dalam memfasilitasi hal tersebut. Monitoring dan evaluasi perusahaan CSR dianggap sebagai sebuah program penting karena mengidentifikasi masalah-masalah yang terjadi di lapangan. Selanjutnya penjelasan lebih rinci mengenai kriteria pemberdayaan masyarakat dalam aspek E-Monev berlandaskan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 1 Tahun 2021 meliputi tata kelola monitoring dan evaluasi, partisipasi pihak terkait dalam monev, dokumen evaluasi tahunan, dokumen monitoring berkala, perbaikan program berdasarkan monev, memiliki IKM (Indeks Kepuasan Masyarakat), pengembangan program, penerapan pengetahuan/keterampilan, dan penyebarluasan pengetahuan/ keterampilan. Lebih singkatnya, Wisnu Ahmaddin mengatakan “Tingkatan dalam implementasi CSR ada empat yaitu, be profitableobey the lawbe ethical, be a good citizen”. Program CSR dikatakan berhasil jika kelompok yang dibina telah berdaya dan menjadi mandiri serta dapat turut memperdayakan kelompok lain.

Fasilitator juga berperan dalam hal ini untuk terus mendampingi kelompok masyarakat yang telah berdaya agar bantuan-bantuan yang telah diberikan perusahaan tidak disalahgunakan dan dapat menjadi profit bagi masyarakat yang menjalankannya. Berikut adalah beberapa program CSR yang telah berhasil dijalankan PT Kaltim Nitrate Indonesia, yaitu: (1) Program KSM Anggrek, yang memanfaatkan limbah karung pabrik yang tidak terpakai menjadi tas untuk mengurangi sampah. (2) Laskar Taman Nasional Kutai, yang bergerak dalam budidaya tanaman mangrove. (3) Program MAHIRA, yang bergerak dalam perlindungan anak melalui pengembangan kreativitas. (4) STELR – STEM, yang memfasilitasi training belajar kepada anak sekolah tentang energi terbarukan. (4) Detektif Catatan, yang bergerak dalam melindungi anak terhadap tindak kekerasan atau bullying di sekolah. Menanggapi hal tersebut.

“Yakni saat melakukan suatu proker yang akan dilakukan pemetaan akan melibatkan mahasiswa dalam menganalisis suatu dokumen terkait monitoring dan evaluasi kinerja program CSR dalam perusahaan. Selain itu akademisi juga diperlukan dalam mengukur Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) di lapangan,” jelas Wisnu Ahmaddin melalui penjelasannya dalam sesi tanya jawab kuliah umum, Selasa (30/03/2021). Inti dari indikator evaluasi dan monitoring disampaikan oleh Wisnu Ahmaddin yang perlu ditekankan yakni bagaimana kita dapat memantau program yang dijalankan secara berkala, adanya regulasi sebagai dasar, adanya peran fasilitator untuk pendampingan suatu program, dan yang paling penting adalah agar semua pihak ikut bersinergi menuju kesejahteraan (kerja sama). “Tentunya kami sangat bangga, melihat antusias dari mahasiswa yang terlibat. Harapannya tidak berhenti sampai sini, tetapi kegiatan sharing knowledge seperti ini bisa terus berkelanjutan” ujar Rheza Zacharias K selaku Government, Community Relation & General Affair Dept. Head.

Penulis: Alfah Putri Shalihah dan Siti Khoirul Naima / Mahasiswa Pembangunan Sosial Unmul

Share this post: