Mahasiswa Pembangunan Sosial Gelar Kuliah di Desa Karang Tunggal

13
Nov

Mahasiswa Pembangunan Sosial Gelar Kuliah di Desa Karang Tunggal

Mahasiswa Pembangunan Sosial Fakultas ilmu sosial dan ilmu politik Universitas Mulawarman melakukan Pemetaan sosial dengan mengunjungi langsung desa karang tunggal Kecamatan Tengggarong Seberang Kabupaten kutai Kartaneagara.

Setelah melakukan beberapa kali kunjungan secara berkelompok tiba pertemuan kolektif kelas, Dengan difasilitasi Bus Pemerintah Provinsi Kaltim Mahasiswa melakukan Kunjungan Akhir, Kedatangan Mahasiswa yang didampingi Dosen Pembimbing Kuliah Sarifudin,S.Sos.,M.Si disambut oleh Sekretaris Desa dan Perangkat Desa, Babinsa dan Kepolisian Setempat. Acara sudi Mahasiswa diawali dengan acara diskusi formal. Kemudian mahasiswa yang mendapat melakukan kajian berdasarkan tugas kelompok yang diberikan.

Desa karang tunggal merupakan desa Transmigrasi dari Magelang, Cilacap, Bayuwangi, Jakarta, Nusa Tenggara Barat dan Transmigrasi Lokal pada tahun 1980 .

Desa ini merupakan Pemekaran dari Desa Manunggal jaya tahun 2003. Desa dengan Luas wilayah 1.300 ha yang terdiri dari 17 RT, terdapat 1.033 Kepala keluaraga dengan Total penduduk 3.479 jiwa, Mayoritas masyarakat desa tergantung sektor Pertanian. Terdapat 11 Kelompok Tani Karang Tungggal yang tergabung dalam GAPOKTAN (Gabungan Kelompok Tani)

Hasil wawancara dengan Ketua Kelompok Tani Sidomulyo mengeluhkan kurangnya perhatian pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejateraan Petani, disamping Membiarkan Pertambangan ilegal menggerus areal Pertanian di desa ini bahkan satu hektar lahan pertanian sudah menjadi lubang tambang yang juga sangat berdekatan dengan areal pertanian lainnya sehingga mengurangi kualitas air bahkan menyumbat saluran irigasi ,dan menimbulkan banjir diwaktu hujan sehingga mengurangi hasi panen, sampai merusak jalan desa ujarnya. Hingga saat ini belum ada kompensasi sebagia bentuk pertanggungjawaban perusahaan tamnbang terutama yang berdiri secara ilegal lanjutnya. Para Warga Sudah menyampaikan Keluhan kepada pemerintah desa, tapi Gak di gubris ujarnya. Mereka juga berharap adanya Pembangunan Irigasi disana.

Bahwa desa ini dalam upaya terus membangun, pemerintah sudah melakukan pembangunan paret untuk pengairan irigasi yang beralokasi Dusun Rawa Sari RT 04 dan sekitarnya pada tahun 2017 hingga 2018 yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum Pemerintah Kutai Kartanegara, Pembanguanan jalan desa dan pemberian pupuk, bibit serta alat traktor. Ujarnya. Sekretaris desa juga mengharapkan adanya bantuan pemerintah daerah untuk membangun Sekolah Menengah Pertama (SMP) karena letak SMP yang ada terlalu jauh dari desa, juga Pembangunan Irigasi dan penertiban Tambang Ilegal di sekitar areal pertanian.

Mahasiswa Sosiatri merupakan Agent Pembangunan diharapkan memahami pembangunan desa dan masalahnya serta prorgam migrasi di Kalimantan Timur sebagaimana program pemerintah membangun dari pinggiran atau desa. Hasil pemetaaan sosial dan pembangunan ini akan menjaadi bahan diskusi secara ilmiah agar mahasiswa dapat berfikir komprehensif dan solutif serta empati terhadap lingkungan sekitar tegas Sarifudin.

#Info Borneo@2018

Share this post: