Mahasiswa Fisip Unmul Belajar dengan Desa Embalut

02
Des

Mahasiswa Fisip Unmul Belajar dengan Desa Embalut

Embalut. Mahasiswa Sosiatri (Pembangunan Sosial Fisip Unmul) didampingi dosen pembina Sarifudin,S.Sos.,M.Si dan Ketua Program Studi Pembangunan Sosial Dra. Lisbet Situmorang,M.Si melakukan pratikum dengan mengunjungi Desa Embalut Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara (01/12/2016). Desa Embalut merupakan desa yang berprestasi pernah masuk enam besar desa dalam lomba desa se-Indonesia. Sebelumnya Desa Embalut masuk 10 besar dari 72.944 desa Se-Indonesia Tahun 2014, serta dapat penghargaan desa terbaik ke-4 se-Indonesia oleh Mendagri sebagai desa penerapan sistem layanan online.

Kegiatan diawali oleh kuliah umum oleh Kepala Desa Embalut DR. Mus Mulyadi dilanjutkan penyerahan secara simbolis bibit ikan dan pohon oleh perwakilan mahasiswa, Ketua Prodi dan dosen pendamping kepada kepala desa. Kemudia mahasiswa membagi kelompok-kelompok kerja yang bertugas mencari data, melakukan observasi, mewawancarai aparat desa, masyarakat, serta menganalisis data sehingga menjadi data yang bernilai seperti menangkap potensi desa dan modal sosial, SDM Desa dan infrastruktur desa. Acara kemudian melakukan kunjungan ke sektor ekonomi yang berbasis lingkungan seperti Keramba Ikan, Peternakan Sapi, Pertanian dan Perkebunan di Desa Embalut.

Mahasiswa langsung mendapatkan penjelasan dari aparat desa dan masyarakat tentang bagaimana tata cara bertenak ikan dan potensi ekonomisnya, Sedangkan mahasiswa dalam kunjungan langsung ke daerah reklamasi tambang batubara diberi informasi mengenai program pemerintah dan CSR Perusahaan tambang tentang program reklamasi tambang, saat ini telah menjadi daerah peternakan sapi dan perkebunan masyarakat.

Pada Desa Embalut ada daerah lokasi yang dijadikan percontohan pengembangan pertanian terpadu yang berkelanjutan menerapkan teknologi berbasis pupuk hayati guna meningkatkan produktifitas lahan tanaman pangan yang dibudidayakan antara lain padi, jagung, kedelai, ubi jalar dan singkong oleh BPTP Kaltim berkerjasama dengan kelompok tani ternak “Mandiri Bersama” dan didukung CSR PT. Kitadin.

Model yang dilakukan adalah melalui konsep yang disebut Integrated Cropland Management (ICLM). lahan dan tanaman untuk dapat tumbuh dan berproduksi sesuai dengan yang diharapkan. Selain pupuk kandang dan pupuk kimia, juga menggunakan pupuh hayati serta menggunakan intektisida yang ramah lingkungan.

“Melalui Praktikum ini diharapkan Mahasiswa dapat pengetahuan terapan atau factual yang dipandu teori di kelas yang nantinya berguna ketika mereka lulus dan kembali ke desa untuk berpartisipasi dalam pembangunan desa” Ujar Lisbet Situmorang Ketua Program Studi Pembangunan Sosial

#Info Borneo@2016

 

Share this post: