Puslatbang KDOD LAN RI Gelar Webinar  Penguatan Daerah Penyangga IKN Baru

10
Des

Puslatbang KDOD LAN RI Gelar Webinar Penguatan Daerah Penyangga IKN Baru

Samarinda. Setelah melaksanakan sebuah Penelitian Penguatan Daerah Penyangga Ibu Kota Negara, Pusat Pelatihan dan Pengembangan dan Kajian Desentralisasi dan Otonomi Daerah Lembaga Andministrasi Negara Republik Indonesia (Puslatbang KDOD LAN RI) menggelar Webinar (08/12/2020) pukul 13.00 - 16.00 WIB, menggunakan aplikasi Zoom dengan Mengangkat tema “Penguatan Daerah Penyangga Dalam Mendukung Ibu Kota Negara” Menghadirkan Keynote Speech Dr. Adi Suyanto, M.Si Kepala Lembaga Administrasi Negara RI dan 5 (lima) Narasumber yaitu (1) Drs. Andrinof A. Chaniago.M.S. Akademisi dan Pengamat Kebijakan Publik FISIP UI (2) H.M. Misbakhun, SE.,M.H. Anggota DPR RI. (3) DR. Tri Widodo W U,SH.,M.A Deputi KKIAN LAN RI (4) Prof. Mudrajat Kuncoro, Ph.D Rektor Universitas Trilogi, Guru Besar FEB UGM dan (5) Wawan Sobari,S.IP.,M.A.,Ph.D Dosen Universitas Brawijaya.

Diawal Acara Mariman Darto Ketua Puslatbang KDOD LAN RI sekaligus Ketua Panitia menjelaskan Arah Kajian:

“Secara Umum Pemindahan IKN Berhubungan kebijakan Tatakeloa Sumber daya yang ada dilokasi  IKN baru dan Daerah Penyanggah IKN, Khusus daerah penyanggah IKN tata kelola untuk hubungan 2( dua) Pertanyaan bagaimana Kesiapan daerah menjalankan fungsinya sebagai Daerah Penyanggah IKN ? dan (2) Bagaimana Strategi kebijakan yang diperluakan untuk Memperkuat fungsi daerah penyangga IKN ? Tujuan Menganalisis strategi/model penguatan kebijakan pembangunan pada daerah peyanggah IKN dengan Mengoptimalkan kapasitas dan potensi ang dimiliki  dengan Sasaran Rekomendasi Kebijakan pembangunan IKN yang terintegrasi dengan penguatan pembangunan daerah penyanggahnya"

Adi Suryanto Kepala LAN RI menjelaskan:

“IKN yang letaknya di antara PPU dan Kukar, berdasarkan pertibangan banyak pespektif. Medisuksikan bagaimana pembangunan IKN ini membawa kemajuan daerah penyangga dan daerah penyangga bisa memberi kontribusi terhadap pembangunan IKN baru ini. Maka dari sekarang kita mulai memikirkan bagaimana arah pembangunan di daerah tersebut” tegasnya

“Mengeser Peradaban Indonesia dari jawa ke peradapan nusantara, Pemindahan ibukota ke Kalimantan dalam rangka pemerataan pembangunan dan pertumbuhan, ini lompatan besar” Jelasnya Misbakhun Anggota DPR RI

“Penetapan IKN didasari pada lokasinya di tengah Indonesia, tersedia sumber air baku, minim bencana, tersedianya lahan luas milik pemerintah, serta dekat kota Exsiting yang sudah berkembang”

“ Visi Pembangunan Ibu Kota Negara Baru (Bappenas 2020) yakni simbol identitas Bangsa,Smart, Green, Beautiful dan Sustainabel, pendorong pemerataan ekonomi kawasan timur, modern dan berstandar internasional dan tata kelola pemerintahan yang efesien.”

“ Perhitungan Bappenas (2020), IKN Kalimantan Timur akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi (PDB Riil) Provinsi Kaltim sebesar 7,3%, pulau Kalimantan 4,7% dan Indonesia sekitar 0,6 %. Investasi Infrastuktur Rp 1 (satu) Triyun menciptakan 14.000 Kesempatan Kerja (Pulau Kalimantan 10,5% dan Nasional 1 %)” 

"Temuan penelitian menunjukkan bahwa daya dukung daerah penyangga tidak merata pada semua fungsi, karena itu perlu direncanakan secara cermat agar hadirna IKN tidak menimbulkan permasalahan kesenjangan/ perbedaan kesejahteraan , mengingat starting point daerah penyangga yang memang berbeda" Tegas Misbakhun.

Acara dilanjutkan dengan penayangan Vidio hasil kajian Puslatbang KDOD LAN RI Tahun 2020 Tetang Kajian Penguatan Daerah Penyangga dalam Mendukung Ibu Kota Negara.

Sedangkan Andrinof Chaniago dimulai menjelaskan dan menganalisis permasalahan daerah penyanggah hasil identifikasi Tim LAN RI, yaitu Kota Balikpapan, Kota Samarinda, Kabupaten PPU, Kabupaten Kukar, Tujuan Pemindahan Ibu Kota, Migrasi Penduduk, Prinsip Pembangunan daerah- daerah penyanggah IKN.

Lanjut Mudrajat Kuncoro, Menganalisis IKN dengan integrasi analisis “ Economic, Geography,and Strategy”, Mudrajat Menjelaskan Tahun 2015 Jakarta menjadi Kota Mega terpadat urutan 8 di dunia, Isu-isu stratgis Pembangunan Strategis DKI Jakarta tahun 2017-2022, selain masalah Jakarta, ketimpangan antar wilayah diulas, Policy mix Makro yang menjadi terobosan kebijakan, tripologi Kabupaten/Kota di kaltim serta skema Pembiayaan IKN

Lanjut Wawan Sobari memaparkan indikator daerah penyanggah IKN Tahun 2019, Indeks Kesiapan e-Service, Design Leadership, Design Coloborations pada 4 (empat) Daerah Penanggah dan Kaltim,

Tri Widodo, menjelaskan Implikasi IKN, segi Manajemen Tata ruang,  Infrastruktur, Politik dan pemerintahan, Ekonomi, Sosial Budaya.Kalimantan adalah 1 Daratan 3 Negara, Konektivitas antar wilayah sangat rendah, logistic cost tinggi, Berlimbah SDA Namun Miskin added-value, Belum terbangun konsep pembangunan yang inklusif & terintegrasi, Maka Kaltim hanalah “Lokasi” IKN, Namun Membangun IKN bukan hanya membangun Kaltim, Perlu dibangun Konsep Silidarity Hulu-Hilir, Desa-Kota, Pusat- pinggiran.

Acara diakhiri tanya jawab peserta dan closing statement narasumber.

Web binar di dihadiri dari unsur Pemerintah Provinsi Kaltim terlihat Zauhar Effedi Assisten Gubernur Kaltim hadir, Pemkot Balikpapan, Pemkot Samarinda, Pemkab PPU, Pemkab Kukar, Akademisi, Partisi dan Asosiasi, serta dari LAN RI.

Video Hasil Kajian Klik

Share this post: