Martin: Wujudkan Pendidikan 4.0 Untuk SDM Kompeten Menghadapi IKN

10
Mar

Martin: Wujudkan Pendidikan 4.0 Untuk SDM Kompeten Menghadapi IKN

Program Studi Pembangunan Sosial Fisip Unmul menggelar seminar secara online (09/03) Mengangkat Topik “Pengembangan SDM Kaltim Menghadapi Ibu Kota Negara Baru”

Martinus Nanang Dosen Prodi Pembangunan Sosial Fisip Unmul menjelaskan Konsep Pendidikan 4.0 dari Work Ekonomi Forum 2020 (The World Economic Forum Education 4.0 Framework ) yang dapat dijadikan sebagai pengembangan SDM Kaltim menghadapi Ibu Kota Negara baru yaitu:

Global citizenship skills. Subtansi yang fokus untuk membangun kesadaran tentang dunia yang lebih luas, keberlanjutan, dan memainkan peran aktif dalam ekonomi global,

Innovation and creativity skills. Subtansi yang diperlukan agar mampu berinovasi termasuk menyelesaikan masalah kompleks, pemikiran analitis, kreatifitas dan analisis sistem.

Technology skills. Kemampuan berbasis kemampuan digital, termasuk programing, tanggung jawab digital dan penggunaan tegnologi

Interpersonal skills. Fokus pada interpersonal emosional, intelegence (empati, kerjasama, negosiasi, kepemimpinan, dan kesadaran sosial)

Personalized and self-paced learning. Dari Sistem terstanadisasi ke sistem yang berbasis pada kebutuhan individual dan fleksibel agar memungkinkan setiap peserta maju sesuai kecepatan langkahnya

Accessible and inclusive learning. Dari sistem dimana belajar terbatas pada mereka yang punya akses ke gedung sekolah, ke sistem dimana setiap orang punya akses belajar dan karena itu inklusif.

Problem-based and collaborative learning. Dari berbasis proses ke berbasis konten, berbasis proyek dan problem, yang menuntut kaloborasi dengan teman dan lebih mencerminkan kerjasama ke depan

Lifelong and student-driven learning. Dari sistem dimana belajar dan pengembangan skill,seturut usia terus belajar memperbaiki dan pemberbarui kemampuan yang terkait dengan kebutuhannya

Silakan mahasiswa memenuhi kebutuhan tadi sehingga bisa berkiprah, Sehingga IKN menjadi Happy Place Tegas Martin.

 Wilayah Pengembangan Sumber Daya Manusia di IKN

1.Upgrading of existing knowledge & skill

Peningkatan pengetahuan dan keterampilan lokal untuk bidang yang sudah dikerjakan sekarang. Misal pertanian, perkebunan, perikanan

2.Anticipatory training

Training untuk mengantisipasi High education pekerjaan baru yang ditimbulkan IKN (a.l. pekerjaan konstruksi/pembangunan fisik; informasi; wirausaha; skilled ASN, dll)

3.Training for self-works

Training untuk menciptakan pekerjaan mandiri: kerajinan dan industri kreatif

4.Training of foreign language proviciency

Training bahasa asing agar dapat berpartisipasi dalam pergaulan internasional dan lebih mudah mengakses pengetahuan: minimal Bahasa Inggris.

5.High education

Pendidikan tinggi untuk selective fields yang paling dibutuhkan di IKN, terutama kebutuhan teknologi untuk smart economy: IT, robotik, dsb.

6. Motivational content

Dapat ditambahkan dalam setiap kegiatan pendidikan /training Tegas Martin.


Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP (Wakil Ketua Komisi X DPR RI), pada Webinar ini menjelaskan membangun SDM melalui pendidikan vokasi.

Sedangkan Prof. Dr. Ir. H.M. Aswin (Kepala Bappeda Provinsi Kalimantan Timur) Menjelaskan arah kebijakan RKPD Kaltim 2021 dalam Pengembangan SDM

M.M. Rudi, S.H., M.Si (Kabid Diklat & Pengembangan SDM Dewan Adat Dayak Kaltim ) ”Berdasarkan regulasi yang telah ditetapkan (Perda Wajib Belajar 17 Tahun), “Pemerintah memberikan atensi dan kesempatan khusus kepada masyarakat Kaltim, termasuk masyarakat Dayak sebagai masyarakat rentan untuk mendapatkan beasiswa pendidikan sampai tuntas, kriteria yang tidak akomodatif terhadap kondisi rill saat ini”

Webinar yang diselenggarakan Program Studi Pembangunan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman mengangkat topik “Pengembangan SDM Kaltim Menghadapi Ibu Kota Negara Baru” Acara dibuka oleh Wakil Dekan I (satu) Dr. Phill I Ketut Gunawan, M.A,
Webinar ini dihadiri 500 Peserta terdiri Live Zoom dan Live Youtube dari unsur : Akademisi, Mahasiswa, Birokrat, Praktisi, Ormas/LSM/NGO dan Masyarakat.

#InfoBorneo @2021

Share this post: